Trio Wkwk

Embun pagi datang menghampiriku, membelai lembut di kedua pipi berdesir bisik pada daun telinga. “Hei sayang bangun, ayam tetangga sudah berkokok, lekas mandi dan berangkat kerja.” bisik manja sang istri yang mengalahkan suara seksi Siti Badriah pelantun lagu Lagi Syantik.

Kamis, 03 Januari 2019. Aku bangun lebih siang di banding hari sebelumnya, memaksa bergegas untuk siap berangkat kerja supaya tidak ketinggalan kereta. Setelah rata menaburkan bedak kecupan di seluruh wajah anak dan istri. Dengan roda dua aku terbangkan raga ini menuju sebuah bandara kereta.

Di tengah perjalanan yang sepi dari kendaraan bermotor laju motorku terhenti karena pertikaian tiga wanita cilik berseragam merah-putih. Kala & Senja anak kembar Pak Rt dan satunya kalau tidak salah ingat, namanya Dara mereka seumuran dan sering terlihat main bareng di depan teras rumahku.

“Kala, Senja, Dara, ada apa seperti orang berantem?” tanyaku mencoba memahami permasalahan diantara mereka bertiga yang mulai turun dari sepeda masing-masing.

“Ini kak Arya, Dara kan buru-buru mau masuk sekolah tapi di ajak Kala & Senja potong jalan lewat jalan kecil itu” sambil menunjuk jalan kecil bertanah merah yang terlihat licin setelah guyuran hujan malam tadi. Belum sempat aku meminta penjelasan, si kembar menyambar perkataan Dara.

“Dara, kemarin sore kan kita main bareng lewat jalan ini dan lebih cepet sampai warung Pak Doyok dekat sekolahan” sayangnya aku tidak bisa membedakan satu diantara mereka mana Kala mana Senja. Suasana semakin kacau oleh keributan mereka masing-masing khas anak seumuran mereka. Ya tuhan aku juga kesiangan ini, rasanya ingin sekali mengantar mereka satu-satu agar cepat sampai di sekolah.

“Stop! adik-adik memangnya kalian sekolah di dimana?” tanyaku berniat ingin membantu. “Aku di SD 02 Pagi Kak” jawab Dara “Aku di SD 05 Sore Kak” tak selang lama jawab si kembar. Aku cubit pipi mereka satu persatu yang menggemaskan itu sambil mengingatkan bahwa mereka menuju tempat sekolah yang berbeda bukan ingin bermain seperti kemarin yang masih libur sekolah.

Jam ditangan bergulir menuju pukul 7.00, itu artinya sudah tingkat bahaya ketinggalan kereta. Kurang piknik memang bikin panik, Kebanyakan liburan ternyata bisa bikin lupa ingatan. Inget ini 2019 jangan salah tulis.

Bogor, 03 January 2019

#30haribercerita #30hbc1903

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.