Masih Bolehkah?

Jujur, ingin aku patahkan leher dia yang berbisik tepat di tilingamu. Memang kalian pernah sedekat nadi, tapi melihat kejadian tadi darahku naik tanpa permisi. Jika itu terulang, aku pastikan hidupnya tidak akan tenang.

Aku yang terlanjur kamu nilai tempramen, akan lebih murka melihat sikap lenjeh lelaki yang kamu sebut teman. Iya aku cemburu, iya aku tak mampu seperti dia, iya aku lebih buruk dari dirinya. Tapi satu yang ingin kamu tahu, aku cemburu pada semua lelaki yang berusaha mendekatimu.

Owh ya sepatu kamu bagus, aku suka melihatnya. Walaupun telat aku mengetahuinya,  karena belakangan ini kita memang jarang pulang bersama. Selalu sibuk kalau sudah memasuki akhir bulan, Semangat Jutekku!

Malam tadi, kamu hadir lagi di mimpiku. Entah karena aku yang terlalu merindukanmu atau kamu ingin menggodaku dengan caramu. Sungguh lucu, di dalam mimpi kamu tetaplah menjadi Jutek yang selalu menghindar, namun aku tidak pernah lelah untuk mengejar.

Setelah kesalahanku minggu lalu, tidur lebih lama adalah hobi baruku. Aku selalu berharap setelah mataku terbuka, kalender di handphone ku menunjukan akhir bulan Mei. Kenapa? Kamu pasti sudah tahu jawabanku.

Tek, sebentar lagi énd game tayang di bioskop. Aku tidak yakin kamu akan menjawab iya, tapi masih boleh kita nonton seperti bulan lalu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.